Geliat Industri Hilir Kelapa: Investasi China Rp1,6 Triliun Mulai Dibangun di Morowali
Sebuah investasi besar bernilai sekitar Rp1,6 triliun dari China telah memulai fase konstruksi untuk membangun pabrik hilirisasi kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini menjadi bukti nyata meningkatnya fokus pada pengolahan bahan mentah di dalam negeri.
Aryo Meidianto
12/26/20251 min read


Sebuah investasi besar bernilai sekitar Rp1,6 triliun dari China telah memulai fase konstruksi untuk membangun pabrik hilirisasi kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini menjadi bukti nyata meningkatnya fokus pada pengolahan bahan mentah di dalam negeri, yang selama ini banyak diekspor dalam bentuk komoditas primer dengan nilai tambah yang lebih rendah.
Pembangunan pabrik akan dilakukan secara bertahap. Fase pertama ditargetkan selesai dan beroperasi pada akhir tahun 2025. Sementara itu, keseluruhan fasilitas produksi diproyeksikan rampung sepenuhnya pada pertengahan tahun 2026. Pabrik ini memiliki kapasitas desain yang masif, yaitu mampu mengolah hingga 500 juta butir kelapa setiap tahunnya. Kehadiran industri ini juga berpotensi menciptakan dampak sosial yang signifikan dengan membuka kesempatan kerja bagi sekitar 10.000 orang.
Investasi ini digalang oleh Zhejiang FreeNow Food Co., yang dikenal sebagai produsen turunan kelapa terbesar di China, bekerja sama dengan sebuah konsorsium dari Indonesia dan China. Pemerintah Indonesia menyambut positif kehadiran pabrik ini. Dari sisi strategis, keberadaan fasilitas pengolahan di dalam negeri diharapkan dapat memangkas biaya logistik ekspor yang selama ini memberatkan, sekaligus memperbaiki harga jual komoditas kelapa di tingkat petani lokal.
Secara keseluruhan, realisasi investasi hingga triwulan ketiga tahun 2025 telah mencatat angka yang solid, yakni Rp1.434,3 triliun. Capaian ini setara dengan 75,3 persen dari target investasi yang ditetapkan untuk tahun ini. Pembangunan pabrik hilirisasi kelapa di Morowali tidak hanya memperkuat struktur industri regional, tetapi juga menjadi indikator bahwa strategi penguatan rantai nilai domestik mulai menunjukkan hasil yang konkret dalam menarik minat investor global.


