Ketika Brand Lokal HMNS Mau Naik Kelas, Konsumen Justru Protes
Belakangan jagat media sosial dihebohkan oleh perdebatan sengit seputar harga dari sebuah produk lokal. Kisruh ini dipicu oleh rencana peluncuran lini terbaru dari brand parfum lokal ternama, HMNS.
Aryo Meidianto
2/25/20262 min read


Belakangan jagat media sosial dihebohkan oleh perdebatan sengit seputar harga dari sebuah produk lokal. Kisruh ini dipicu oleh rencana peluncuran lini terbaru dari brand parfum lokal ternama, HMNS. Melalui akun Instagramnya @hmns.id, mereka mengumumkan kehadiran Hyper Series, sebuah lini extrait de parfum 1 yang disebut-sebut sebagai produk dengan konsentrasi minyak wangi tertinggi yang pernah mereka buat. Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar kritis, salah satunya dari seorang netizen yang menilai harga yang ditawarkan terlalu tinggi dan bahkan menyindir agar tak perlu mendukung brand lokal jika banderolnya sudah begitu mahal.
Komentar pedas tersebut segera menjadi bola salju dan memicu reaksi berantai dari warganet lainnya. Banyak yang heran dan mempertanyakan logika di balik pernyataan bahwa produk lokal harus selalu murah. Pertanyaan mendasar pun mencuat ke permukaan, mengapa kualitas dan inovasi merek dalam negeri selalu harus dibayar dengan harga yang murah? Sentimen ini seolah membentuk opini bahwa brand lokal identik dengan peruntukan bagi kalangan kantong tipis, padahal di saat yang sama, konsumen kerap menuntut kualitas yang setara dengan produk-produk impor.
Tak sedikit netizen yang merespons dengan nada jenaka namun tajam. Sindiran seperti mending pakai deterjen saja kalau memang hanya mencari wangi tanpa mau menghargai proses kreatif, menjadi komentar yang banyak ditemukan di kolom unggahan. Candaan ini secara tidak langsung menyindir standar ganda konsumen yang menginginkan produk bagus, inovatif, namun enggan membayar lebih. Perang opini ini pun terbelah menjadi dua kubu, ada yang membela hak konsumen untuk protes harga dan ada pula yang membela HMNS sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.
Kejadian ini dapat membuka mata para pelaku industri bahwa membangun jenama lokal tidak hanya soal menciptakan produk, tetapi juga mendidik pasar. Ada tantangan besar untuk mengubah pola pikir konsumen bahwa lokal bukan berarti murahan. Brand seperti HMNS yang ingin naik kelas dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi tentu harus siap menghadapi gejolak pasar. Perdebatan ini menjadi catatan penting bagi ekosistem bisnis lokal, bahwa perjalanan menuju apresiasi tinggi terhadap produk dalam negeri masih panjang dan penuh liku.
1 Extrait de Parfum mengandung 20-40%, menjadikan aromanya lebih intens. Sementara Eau de Parfum biasanya memiliki konsentrasi 15-20%. Dari segi harga, Extrait de Parfum biasanya lebih mahal karena menggunakan bahan-bahan berkualitas dan proses produksi yang lebih rumit.
Dok. HMNS
Bizsense is a comprehensive business consulting firm who empower companies to unlock their full potential through strategic guidance and innovative solutions.
call us
Do you need business assistance?
contact@bizsense.id
WA +6281584094915
© 2025. All rights reserved. Bizsense Indonesia


A sister company of SEQARA Communications
