Pertarungan Mode Produksi: ODM vs OEM, Mana yang Akan Dominasi Pasar?
Pada sebuah produk elektronik atau gadget yang ada di pasar, berlangsung perebutan pengaruh yang intens antara merek global dan pabrik manufaktur. Perseteruan antara model produk OEM dan ODM bukan sebatas perbedaan kontrak kerja,
Aryo Meidianto
2/10/20262 min read


Pada sebuah produk elektronik atau gadget yang ada di pasar, berlangsung perebutan pengaruh yang intens antara merek global dan pabrik manufaktur. Perseteruan antara model produk OEM (Original Equipment Manufacturer) dan ODM (Original Design Manufacturer) bukan sebatas perbedaan kontrak kerja, tetapi menjadi pertarungan strategis mengenai siapa yang akan memegang kendali atas "jiwa" dari sebuah produk, desain dan inovasi.
Dalam skema OEM, kekuasaan sepenuhnya ada di tangan pemilik merek. Mereka yang berinovasi, merancang, dan menentukan setiap detail spesifikasi produk yang dibuat. Pabrik hanyalah menjadi eksekutor yang menyediakan produk sesuai dengan spesifikasi secara presisi, seperti simbiosis Apple dan Foxconn. Model ini menjamin diferensiasi dan identitas merek yang kuat, namun memerlukan investasi riset yang sangat besar dan siklus pengembangan yang lebih panjang.
Sebaliknya, ODM menawarkan jalan pintas yang paling efisien. Pabrik akan menyodorkan desain siap pakai kepada berbagai merek, yang kemudian dapat ditampilkan logo mereka dalam produk tersebut. Pendekatan ini akan memangkas biaya dan waktu peluncuran produk secara drastis, memungkinkan merek dapat meluncurkan varian dengan cepat untuk menjawab dan beradaptasi dengan tren pasar. Namun, konsekuensinya adalah homogenisasi produk, di mana barang yang sama bisa muncul dengan label dan merek yang berbeda.
OEM memproduksi barang berdasarkan berdasarkan desain dan spesifikasi yang disediakan klien, cocok untuk kustomisasi tinggi. Sebaliknya ODM merancang dan memproduksi produk sendiri, lalu dijual dengan merek klien, ideal untuk kecepatan dan efisiensi biaya. OEM menonjolkan kepemilikan IP, sementara ODM unggul dalam time-to-market. Berikut adalah rincian perbedaan antara OEM dan ODM:
OEM (Original Equipment Manufacturer): Produsen yang membuat produk berdasarkan cetak biru, spesifikasi, atau desain yang diberikan oleh perusahaan pemesan (klien).
ODM (Original Design Manufacturer): Produsen yang mendesain, mengembangkan, dan memproduksi produk secara mandiri, yang kemudian dijual kepada klien untuk dipasarkan dengan merek mereka sendiri (sering disebut private label atau white label).
Desain & Kekayaan Intelektual (IP): Pada OEM, desain dan hak cipta dimiliki oleh klien. Pada ODM, desain dan hak cipta umumnya dimiliki oleh produsen.
Kustomisasi: OEM memberikan fleksibilitas tinggi untuk kustomisasi total, sementara ODM menawarkan kustomisasi terbatas pada produk yang sudah ada.
Biaya & Waktu: ODM lebih murah dan lebih cepat untuk memulai karena produk sudah dirancang. OEM memerlukan biaya pengembangan desain di awal.
Pilih OEM Jika: Anda memiliki desain orisinal, spesifikasi teknis yang detail, dan ingin memiliki hak cipta produk sepenuhnya.
Pilih ODM Jika: Anda ingin meluncurkan produk dengan cepat, memiliki keterbatasan anggaran R&D, atau fokus utama Anda adalah branding dan pemasaran, bukan desain produk.
Dalam praktik manufaktur global, keduanya merupakan metode untuk memproduksi barang tanpa harus membangun pabrik sendiri, dengan pilihan tergantung pada tingkat kontrol yang diinginkan atas desain dan teknologi. Ketegangan akan muncul karena paradigma produk ODM mulai mengancam dominasi merek-merek mapan. Produsen yang dulunya hanya menjadi "tukang jahit" sebuah produk, kini berubah menjadi pemain kunci dengan portofolio teknologi dan desain sendiri. Mereka tak lagi mau hanya mendapat upah produksi, tetapi mengincar porsi nilai yang lebih besar dari keseluruhan rantai pasokan.
Masa depan akan menyaksikan dinamika yang lebih kompleks lagi. Merek yang ingin mempertahankan keunikan akan tetap mempertahankan OEM untuk produk flagship-nya, sambil mungkin memanfaatkan ODM untuk lini produk budget. Di sisi lain, ODM akan terus meningkatkan kemampuan desain mereka, mendorong batasan sehingga mungkin suatu hari akan menantang langsung klien terbesarnya. Persaingan ini, pada dasarnya, adalah motor penggerak inovasi dan efisiensi di industri konsumen modern.
Bizsense is a comprehensive business consulting firm who empower companies to unlock their full potential through strategic guidance and innovative solutions.
call us
Do you need business assistance?
contact@bizsense.id
WA +6281584094915
© 2025. All rights reserved. Bizsense Indonesia


A sister company of SEQARA Communications
