SilverQueen: Rahasia Bertahan 75 Tahun Tanpa PHK

Selama lebih dari 75 tahun, SilverQueen, brand cokelat batangan legendaris asal Indonesia, bisa bertahan kukuh di tengah situasi ekonomi yang selalu berubah. Perusahaan pembuatnya bahkan tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.

Aryo Meidianto

8/29/20252 min read

Selama lebih dari 75 tahun, SilverQueen, brand cokelat batangan legendaris asal Indonesia, bisa bertahan kukuh di tengah situasi ekonomi yang selalu berubah. Brand yang beroperasi di bawah PT Petra Food yang juga mengelola Ceres dan Delfi ini telah berdiri sejak 1950 di Garut, Jawa Barat. Perusahaan ini tidak pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Kebijakan ini bukan hanya sekadar aturan, tapi sebuah filosofi mendalam: menganggap karyawan sebagai bagian dari keluarga yang harus dijaga dan dihormati, bukan sekadar pegawai biasa.

Selain meproduksi SilverQueen, PT Petra Food yang juga mengelola Ceres dan Delfi. Slogan SilverQueen "Santai belum lengkap tanpa Silver Queen", sangat mengena dengan konsumen mayoritas penggemar cokelat, yaitu kalangan remaja. Silver Queen pada awalnya diproduksi oleh NV Ceres yang berasal dari Darut dan dimiliki oleh orang belanda. Namun kepemilikannya berpindah tangan ke tangan pemuda asal Myanmar bernama Ming Chee Chuang, keturunan Tionghoa yang mendapat kesempatan untuk mengambil alih NV Ceres. Pada perjalanannya, NV Ceres berubah nama menjadi PT Petra Food.

Portofolio merek cokelat dan gula Petra Food aat ini mencakup lebih dari 400 produk. Ragam produk cokelat yang luas, seperti cokelat cetak, dragee, wafer berlapis, serta wafer dan biskuit, mencakup sebagian besar kategori produk utama dan memperluas daya tarik produk Petra Food. Dalam setiap kategori produk, Petra Food membaginya lagi menjadi berbagai tingkat harga dan segmen pasar.

Keberhasilan Petra Food bertahan selama puluhan tahun tak lepas dari konsistensi terhadap kualitas produk SilverQueen, inovasi yang terus dilakukan, dan perhatian tulus kepada para karyawan. Mereka tidak panik menghadapi krisis, tidak langsung melakukan pemotongan gaji, PHK, atau menutup usaha. Sebaliknya, mereka melakukan analisa keuangan secara detail, bukan hanya melihat omzet dan profit semata, tapi juga neraca, jurnal, dan laporan laba rugi secara menyeluruh.

PT Petra Food bahkan memastikan tidak ada satupun karyawan yang dipecat kecuali dalam dua kondisi khusus, yaitu jika terbukti mencuri atau karyawan tersebut meninggal dunia. Saat krisis ekonomi melanda, banyak perusahaan yang mengambil jalan pintas dengan mengurangi karyawan demi memotong biaya, tapi Petra Food justru memilih bertahan bersama karyawan. Mereka percaya, saat masa sulit justru harus saling menjaga dan bertahan bersama.

Pendekatan ini membuat Petra Food mampu menjaga stabilitas operasional dan semangat kerja karyawan. Loyalitas tinggi para pegawai menjadi salah satu modal penting yang membantu perusahaan untuk tetap bertahan bahkan saat pandemi dan krisis ekonomi global.

Dari sisi finansial, Petra Food terbukti berjalan dengan manajemen keuangan yang disiplin. Misalnya, dalam laporan keuangan terbaru, mereka menunjukkan pengelolaan kas yang ketat dan kontrol inventaris yang baik, yang membuat perusahaan tetap sehat meskipun harga bahan baku cokelat terus naik. Mereka juga mampu menjaga likuiditas dengan posisi kas cukup kuat, serta melakukan pengelolaan modal yang bijak demi kelangsungan jangka panjang.

Filosofi Petra Food memanusiakan karyawan seperti keluarga juga ikut memperkuat brand SilverQueen di mata konsumen. Reputasi sebagai perusahaan yang peduli karyawan menjadikan brand ini semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat Indonesia dan internasional. Dengan demikian, brand SilverQueen tidak hanya bertahan dari sisi keuangan, tetapi juga dari segi sumber daya manusia dan loyalitas pelanggan.

Ilustrasi dibuat dengan menggunakan AI